Up | Down

UPHC5A3-biology11sem2. Diberdayakan oleh Blogger.
“Earth and sky, woods and fields, lakes and rivers, the mountain and the sea, are excellent schoolmasters, and teach some of us more than we can ever learn from books.” - John Lubbock
 

Welcome! enjoy our blog :)

SISTEM REPRODUKSI

~ ~

Tujuan utama mahkluk hidup melakukan reproduksi adalah untuk melestarikan jenisnya agar tidak punah.  Sistem dan system reproduksi ada 2 yaitu reproduksi pada pria dan reproduksi pada wanita.

System reproduksi pada pria meliputi organ reproduksi, spermatogenensis, dan hormone-hormon pada pria.  Organ reproduksi atau organ kelamin pria dibedakan menjadi dua bagian yaitu bagian luar dan dalam.

Organ Reproduksi Dalam Terdiri dari terstis, saluran pengeluaran, dan kelenjar asesoris.Testis atau gonad jantan berbentuk oval dan terletak di dalam skrotum atau kantung pelir. Berjumlah sepasang, dan terdapat di bagian tubuh kiri dan kanan. Testis kiri dan kanan dibatasi oleh suatu sekat yang terdiri dari serat jaringan ikat dan otot polos. Fungsi testis adalah sebagai alat untuk memproduksi sperma dan hormone kelamin jantan yang disebut testosterone. Dinding tubulus seminiferous tersusun dari jaringan ikat dan jaringan epitelium germinal atau jaringan epitelium benih, yang berfungsi pada saat spermatogenesis atau proses pembentukan sperma. Sperma kemudian dilepaskan dari lapisan teratas epitelium germinal kedalam lumen pada tubulus seminiferous. Pintalan-pintalan tubulus seminiferous terdapat di ruang-ruang testis atau disebut lobulus testis. Satu testis umumnya mengandung sekitar 250 lobulus testis.

Saluran pengeluaran terdiri dari epididymis, vas deferens, saluran ejakulasi, dam uretra. Epididimis merupakan tempat penyimpanan sementara sperma sampai sperma menjadi matang dan bergerak menuju vas deferens. Vas deferens berfungsi sebagai saluran tempat jalannya sperma dari epididymis menuju kantung semen atau vesikula seminalis. Saluran ejakulasi  berfungsi untuk mengeluarkan sperma agar masuk ke dalam uretra. Uretra berfungsi sebagai saluran kelamin yang berasal dari kentung semen dan untuk membuang urine dari kantung kemih. Lalu selanjutnya ada kelenjar asesoris yang merupakan saluran pengeluaran yang pada saat tersebut terjadi penambahan berbagai getah kelamin yang dihasilkan oleh kelenjar asesoris. Getah-getah tersebut berfungsi untuk mempertahankan hidup dan pergerakkan sperma. Kelenjar asesoris merupakan kelenjar yang terdiri dari vesikula seminalis, kelenjar prostat, dan kelenjar cowper. Vesikula seminlis merupakan kelenjar berlekukuk-lekuk yang terletak dibelakang kantung kemih. Dinding vesikula seminalis menghasilkan zat makanan yang merupakan sumber makanan bagi sperma. Kelenjar prostat menghasilkan getah yang mengandung kolestrol, garam, dan foffolipid yang berperan untuk kelangsungan hidup sperma, Sedangkan kelenjar cowper atau kelenjar bulbowretra merupakan kelenjar yang salurannya yang langsung menuju uretra dan menghasilkan getah yang bersifat alkali.

Organ reproduksi luar terdiri dari penis dan skrotum.
Penis terdiri dari tiga rongga yang berisi jaringan spons. Dua rongga yang terletakj dibagian atas berupa jaringan spons korpus kavernosa. Satu rongga lagi berada dibagian bawah yang berupa jaringan spons korpus spongiosum. Uretra pada penis dikelilingi oleh jaringan erektil yang ujung-ujungnya terdapat saraf perasa. Bila ada rangsangan rongga tersebut akan terisi penuh oleh darah sehingga penis menjadi tegang dan mengembang(ereksi). Skrotum merupakan kantung yang didalamnya berisi testis. Berjumlah sepasang yang dibatasi oleh sekat yang berupa jaringan ikat dan otot polos(otot dartos). Otot dartos berfungsi untukmenggerakkan skrotum sehingga dapat mengerut dan mengendur. Di dalam skrotum juga terdapat serat-serat otot yang berasal dari penerusan otot lurik dinding perut yang disebut otot kremaster. Otot ini bertindak sebagai pengatur suhu lingkungan testis agar kondisinya stabil proses pembentukan sperma atau spermatogenesis membutuhkan suhu yang stabil yaitu beberapa derajat lebih rendah dari pada suhu tubuh. Spermatogenesis merupakan proses pembenmtukan sperma yang terjadi didalam testis, tepatnya pada tubulus seminiferous. Spermatogenesis mencakup pematangan sel epitel germinal melalui proses pembelahan dan diferensiasi sel. Tujuannya untuk membentuk sperma fungsional. Pematangan sel terjadi di tubulus seminiferous yang kemudian disimpan dalam epididymis. Tubulus seminiferous terdiri dari sejumlah besar sel epitel germinal atau sel epitel benih yang disebut spermatogenia. Sebagian dari spermatogenia berdiferensiasi melalui tahap tahap perkembangan tertentu untuk membentuk sperma.
Proses spermatogenesis atau pembentukan sperma distimulasi oleh sejumlah hormone, yaitu testosterone, LH (lutenizing hormone),FSH(follicle stimulating hormone), estrogen dan hormone pertumbuhan.

Sistem reproduksi wanita meliputi organ reproduksi dan proses oogenesis, fertilisasi, kehamiln, dan persalinan. Organ reproduksi pada wanita meliputi organ reproduksi dalam dan organ reproduksi luar.

Organ reproduksi dalam wanita terdiri dari ovarium dan saluran reproduksi. Ovarium atau indung telur berjumlah sepasang berbentuk oval dengan panjang 3-4 cm. ovarium berperan secara bergantian untuk menghasilkan ovum. Ovarium juga menghasilkan hormone estrogen dan progesterone. Ovum yang dihasilkan ovarium akan bergerak ke saluran reproduksi. Saluran reproduksi wanita terdiri dari oviduk, uterus, dan vagina.  

Organ reproduksi luar wanita berupa vulva. Vulva merupakan celah paling luar dari organ kelamin wanita. Vulva terdiri dari mons pubis yang merupakan daerah atas dan terluar dari vulva yang banyak mengandung jaringan lemak. Bawah mons pubis terdapat labium mayor yang berjumlah sepasang. Didalam labium mayor terdapat labium minor. Labium mayor dan minor berfungsi untuk melindungi vagina. Gabungan mayor dan minor pada bagian atas labium membentuk tonjolan kecil yang disebut klitoris mengandung korpus kavernosa. Pada vulva bermuara 2 saluran, saluran uretra dan saluran kelamin.  Oogenesis merupakan proses pembentukan ovum pada ovarium. Didalam ovarium terdapat oogonium, oogonium akan memperbanyak diri dengan cara mitosis membentuk oosit primer pada saat bayi perempuan berumur 6 bulan, oosit primer akan membelah secara meiosis. Fertilisasi atau pembuahan terjadi saat oosit sekunder yang mengandung ovum dibuahi oleh sperma. Fertilisasi umumnya terjadi setelah oosit sekunder memasuki oviduk namun sebelum itu oosit harus menembus korona radiate dan juga zona pelusida, di sperma bagian akrosomnya mengeluarkan  hialurodinidase, akrosin, dan antifertilizin. Fungsi dari fertilizing itu sendiri mengaktifkan sperm, menarik dan mengumpulkan sperma. Kehamilan atau disebut gestasi, zigot dakan ditanam pada endometrium  uterus, dalam perjalanannya zigot membelah diri secara mitosis berkali kali, hasil pembelahannya disebut morula. Morula akan tersu membelah membentuk blastosit tahap ini disebut blastula. Blastosit terdiri dari  sel bagian luar dan sel bagian dalam. Pada sel bagian luar merupakan sel sel trofoblas yang membentuk tonjolan tonjolan yang berfungsi sebagai kait. Dan beberapa macam membrean kehamilan yaitu sakus vitelinus, korion, amnion, dan allantois. Sedangkan sel sel bagian dalam akan berkembang  menjadi bakal embrio, pada bakal embrio ini terdapat ectoderm dan endoterm. Ectoderm melekuk membentuk lipatan mesoderm. Lapisan tersebut selanjutnya membentuk organogenesis. Ectoderm akan membentuk saraf, mata, kulit, dan hidung. Sedangkan mesoderm membentuk tulang, otot, jantung, pembuluh darah, ginjal, dan kelenjar kelamin. Sedangkan endoderm system pencernaan dan system pernapasan. Dan selanjutnya masa penyempurnaan disebut juga sebagai masa janin  atau fetus. Persalinan merupakan proses kelahiran bayi. Pada proses ini uterus akan berkontraksi secara berkala hngga bayi dilahirkan. Hormone yang berpengaruh terhadap kontraksinya uterus adalah estrogen, oksitosin, dan relaksin. Dan berbagai macam factor mekanis adalah adanya relaksasi otot pada uterus dan serviks, da nada juga kontraksi otot polos di sekitar uterus. Laktasi atau disebut juga produksi air susu berasal dari sepasan kelenjar susu atau payudara ibu. Pada awalnya pembentukan kelenjar susu dibentuk oleh mammotropin, selanjutnya prolactin yang berfungsi  meningkatkan sekresi air susu. Dan yang terakhir somatomamotropin korion  berfungsi sebagai penyokong prolactin. Keuntungan dalam pemberian ASI pada bayi di dalam ASI terkandung komponen yang sangat spesifik yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pada bayi, meningkatkan iq anak, dan terbentukanya ikatan emosional yang kuat antara sang ibu dan sang bayi. Gangguan pada system reproduksi wanita gangguan mestruasi adalah tidak terjadinya menstruasi selama 3-6 bulan, kanker genitalia terjadi pada vagina serviks dan ovarium, kanker serviks adalah sel sel abnormal tumbuh disekitar epitel serviks, kanker ovarium, endometriosis adalah keadaan dimana endometrium terdapat diluar uterus, dan infeksi vagina. Sedangkan ganggunan sitem produksi pada pria hipogonadisme yaitu penurunan fungsi testis, kriptorkidisme adalah kegagalan dari satu atau kedua testis untuk turun dari rongga abdomen ke dalam skrotum pada waktu bayi. Urethritis yaitu peradangan uretra, prostatitis yaitu peradangan prostat, epididymitis yaitu infeksi yang sering terjadi pada saluran reproduksi pria, orkitis yaitu peradangan pada testis oleh virus parotitis.  

Dan berbagai macam cara untuk menjaga kesehatan organ reproduksi pada wanita, yaitu selalu membersihkan mulut vagina setelah buang air kecil, bila menggunakan obat antiseptic cukup dua minggu sekali pada pertengahan siklus menstruasi, usai dibersihkan vagina dilap kering agar tidak lembap, menggunakan bahan celana yang dapat menyerap keringat, menghentikan kebiasaan buang air kecil, segera memeriksakan diri kedokter ketika ada keluhan.  Sedangkan pada pria melakukan pemeriksaan organ reproduksi secara rutin sehingga kelainan dapat segera ditangani lebih awal, melindungi testis selama beraktivitas, mengurangi kebiasaan mandi dengan air panas, menjalankan pola hidup sehat, menghindari minuman beralkohol dan rokok.

Sistem reproduksi pada vertebrata dibagi menjadi dua yaitu fertilisasi eksternal dan fertilisasi internal. Dan ada tiga cara perkembangan embrio yaitu ovipar yaitu bertelur, vivipara yaitu beranak, dan ovovivipar yaitu bertelur dan beranak.

Reproduksi pada ikan bersifat ovipar saat ingin bertelur kelenjar kelamin akan dikeluarkan melalui kloaka sedangkan jantan juga mengeluarkan kelenjar kelamin melalui saluran urogenital proses ini tersu dilakukan sampai ovum yang dibuahi melekat pada celah celah batuan.

Reproduksi pada amfibi contohnya pada katak, pada proses ini katak jantan akan melakukan ampleksus, yaitu katak jantan akan menempel pada katak betina dan menekan perut katak betina, kemudian katak betina akan mengeluarkan ovum ke dalam air, setiap ovum yang keluar diselimuti selaput telur setelah itu katak jantan mengeluarkan sperma yang berjumlah sepasang setelah itu kelompok telurnya akan berbentuk sepertin gumpalan. Yang kemudian dibuahi menjadi berudu, dan melalui metamorphosis sehingga menjadi katak dewasa lagi.

Reprokdusi reptile contohnya kadal, ular  umumnya reptile bersifat ovipar atau dengan cara bertelur tetapi ada juga hewan reptile yang merupakan ovovivipar, contohnya pada kadal. Pada reptile, reptile betina akan menghasilkan ovum di dalam ovarium. Ovum kemudian bergerak di sepanjang ovarium menuju kloaka, sedangkan reptile jantan menghasilkan sperma di dalam testis yang langsung berhubungan dengan epididymis, dari epididymis menuju ke hemipenis. Hanya satu hemipenis saja yang akan dimasukkan kedalam kelamin betina. Lalu ovumnya akan melalaui oviduk saat melewati oviduk ovum akan dikelilingi atau dilapisi oleh cangkang yang tahan terhadap air.

Reproduksi pada burung bersifat ovipar, kelompok burung tidak memiliki alat kelamin luar. Jadi cara mereka melakukan proses reproduksi adalah dengan cara saling menempelkan kloaka. Burung betina hanya memiliki satu ovarium yaitu ovarium kiri, fertilisasi akan berlangsung di daerah ujung oviduk, saat sperma masuk ke dalam oviduk, ovum yang telah dibuahi akan bergerak ke kloaka, dan ovum akan dikelilingi materi cangkang yaitu zat kapur.






Reproduksi pada umumnya mamalia bersifat vivipar atau beranak, contohnya pada sapi kambing, marmot, dll. Testis berisi sperma berjumlah sepasang dalam suatu skrotum, spermanya disalurkan melalui vas deferens lalu bersatu dengan ureter. Setelah itu sperma akan bermuara di kelenjar prostat, lalu setelah masuk ke dalam serviks  sperma akan menuju uterus dan oviduk mencari ovum. Lalu sperma akan membentuk zigot, dan zigot akan menempel pada dinding uterus. Kemudian berkembang menjadi embrio dan fetus. Selanjut Reproduksi dibedakan menjadi dua yaitu aseksual dan seksual, pada reproduksi aseksual beberapa pada invertebrate contohnya pada cacing pipih berkembangbiak dengan cara fragmentasi. Merupakan pemutusan bagian tubuh. Dan hasil dari putusannya akan berkembang lagi menjadi dewasa dan hal itu terulang dan terulang terus. Tidak hanya pada cacing tetapi terjadi pada parasite, kotal dll.
Sedangkan repoduksi seksual pada umumnya terjadi di hamper semua invertebrate. Dicirikan dengan adanya penyatuan gamet yaitu penyatuan sperma dan ovum, dapat dilihat contohnya pada cacing tanah. Meskipun hermafrodit tetapi cacing tanah tidak dapat melakukan fertilisasinya sendiri. Melainkan dengan pasangan cacing tanah lainnya.




UJI PEMAHAMAN



1.     Proses pembentukan ovum secara meosis yang terjadi didalam ovarium dalam siklus menstruasi adalah…
2.     Fertilisasi terjadi pada saat?
3.     Organ reproduksi luar terdiri dari
4.     Penanaman zigot hasil fertilisasi pada endometrium uters adalah
5.     Persalinan merupakan
6.     Reproduksi pada vertebrata terjadi secara seksual melalui fertilisasi yaitu..
7.     Reproduksi pada ikan terjadi secara..
8.     Apa nama lain dari ovipar?
9.     Apa nama lain dari vivipara?
1.   Apa yang dimaksut dari ovovivipar
1.    Hormone-hormon yang berpengaruh pada sistem reproduksi pria adalah
..    Organ reproduksi wanita digolongkan menjadi dua yaitu

*kunci jawaban ada dipilihan navigator

0 komentar:

Posting Komentar